Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan, melakukan kegiatan peduli lingkungan bersih dari sampah, di Desa Gesikan Kecamatan Gesikan Kebumen (29/08/2017).

Masalah sampah kini telah menjadi masalah lingkungan. Kebanyakan kasus, hal ini dikarenakan minimnya pengadaan tempat sampah dilingkungan sekitar. Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang dianggapnya sudah tidak berguna lagi sehingga diperlakukannya sebagai barang buangan yang disebut sampah. Masyarakat yang masih rendah kesadaran akan kelestarian lingkungan sering memanfaatkan sungai sebagai jalan pintasnya untuk tempat pembuangan sampah. Alhasil, sungai-sungai termasuk sungai kecil menjadi keranjang sampah raksasa.

Dalam kegiatan ini mahasiswa/mahasiswi KKN mengadakan serangkaian kegiatan peduli lingkungan dari sampah melalui sosialisasi, selain melaksanakan penyuluhan dan lomba mahasiswa KKN UAD juga pengadaan tong sampah untuk warga Gesikan. “Saya sangat mendukung program peduli lingkungan dari KKN UAD karena memang masih banyak dari warga Gesikan masih belum peduli akan kebersihan lingkungan sekitar, dengan adanya pengadaan tong sampah dari mahasiswa Kkn warga desa Gesikan bisa melakukan sedikit perubahan peduli lingkungan dimulai dari hal kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya” ujar Rusdi selaku masyarakat Desa Gesikan.

Selain pemahaman tentang jenis-jenis sampah dan cara pengolahannya “saya sangat mendukung karena dengan adanya sosialisasi kebersihan dapat lebih meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya kebersihan karena kebersihan merupakan sebagian dari iman dan tidak kalah pentingnya dengan adanya pengadaan tong sampah masyarakat lebih paham perbedaan sampah organik dengan sampah anorganik. Dengan adanya penyuluhan dari perbedaan sampah organik dan anorganik tersebut setidaknya warga Gesikan bisa mendaur ulang sampah tersebut untuk membantu perekonomian warga Gesikan, dengan adanya pengumpulan lalu pengolahan dari bahan bekas sehingga menghasilkan suatu produk barang yang bisa dijual”.

Salah satu manfaat pengelolaan sampah diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair organik yang didalamnya terkandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, perbaikan struktur tanah dan zat yang dapat mengurangi bakteri yang merugikan dalam tanah. Pupuk organik biasanya tidak meninggalkan residu atau sisa dalam tanaman sehingga hasil tanaman akan aman bila dikonsumsi. Contoh lainnya mendaur ulang kaleng bekas dengan mendaur kaleng susu, roti, atau yang lainnya. Dengan sedikit kreativitas dan ketentuan kita dapat membuat sesuatu yang lebih bermanfaat darinya. Kita pun dapat memanfaatkannya untuk dapat digunakan sebagai wadah pensil, tempat sampah, tempat cucian atau lainnya. Proses daur ulang dan dibuat secara ‘handmade’ maka hasilnya pun akan spesial. Tidak ada yang sama ini adalah salah satu keleibhan membuat pola sendiri. Hal ini bisa dilakukan untuk meningkatkan kreativitas anak.

Selain itu kami juga mengenalkan prinsip pengolahan sampah berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah, yaitu:

  1. Mengurangi (Reduce)

Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

  1. Menggunakan (Reuse)

Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang.

  1. Mendaur ulang (Recycle)

Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri resmi dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

  1. Mengganti (Replace)

Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah dikenal juga dengan nama 4M yaitu: mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang dan mengganti. Cara pengolahan sampah dapat dimulai dari pengumpulan dan pengangkutan serta pemusnahan dan pengolahan.