Kuroboyo : adalah nama yang begitu asing di telinga kami, sebagian wilayah dari kabupaten Bantul ini kini menjadi tempat persinggahan, tempat kami belajar menjadi masyarakat yang utuh. Diterima di dusun ini adalah sebuah kebanggan bagi kami, bukan hanya masalah diberi tempat tapi begitu sangat di hargai.

Kami mahasiswa yang berbangga bisa di terima di kuroboyo adalah mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti : Belitung, Kalimantan, Lombok, Palembang, Temanggung, Pekalongan serta Madiun. Berasal dari kota yang berbeda bukanlah hal yang sangat mudah bagi kami untuk turun langsung ke masyarakat kuroboyon secara langsung dengan budaya Jawa. Tetapi hal itu tidak mematahkan semangat kami untuk terus belajar bersama masyarakat kuroboyo untuk bisa hidup saling berdampingan dan belajar untuk bisa menjadi masyarakat seutuhnya dan mampu di aplikasikan di kemudian hari.

Dengan budaya serta bahasa yang berbeda bukanlah alasan bagi kami untuk tidak mengabdikan diri memberikan yang terbaik sesuai kemampuan dan apa yang sudah menjadi bekal bagi kami untuk terjun langsung ke masyarakat kuroboyo. Terjun di bulan kemerdekaan Republik Indonesi tepatnya tanggal 01 Agustus menjadi berkah buat kami untuk turut serta menyemarakkan dan menghidupkan kembali masyarakat kuroboyo dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dan mengadakan Upacara pertama di Dusun Kuroboyo. Dengan adanya gerakan-gerakan baru dari masyarakat maupun pemuda pemudi kuroboyo semoga mampu menjadikan kuroboyo dusun yang ramah lingkungan, yang menjunjung tinggi budayanya dan di kenal luas oleh masyarakat umumnya.

Singkat waktu kami berada di kuroboyo, sedikit ilmu yang bisa kami berikan bagi masyarakat kuroboyo semoga itu bisa bermanfaat dan terus di kenang bagi seluruh masyarakat kuroboyo. Dan kami yakin selama ini kami banyak berbuat kesalahan baik lisan tulisan serta mungkin beberapa sikap kami yang secara sengaja maupun tidak sengaja kami harap masyarakat kuroboyo dapat memaklumi segala bentuk kekurangan kami yang masih terus belajar untuk mampu memantaskan diri dan mengoptimalkan ilmu yang telah kami pelajari.

Di penghujung malam yang sepi…

Tak mampu terdengar oleh kami suara-suara pembisik dunia…

Jauh langkah…

Jauh raga…

Jauh jiwa…

Disini belahan dunia yang begitu asing

Jauh dari kata bising…

Tapi kami bangga…

Tapi kami bahagia…

Datang sejuta prasangka…

Pulang dengan sejuta doa cinta masyarakat kuroboyo

Tak tau apa yang pantas aku beri untuk semua kebaikan ini

Tak tau kata apa yang pantas atas semua sambutan ini

Tak tau berapa banyak waktu yang dapat ku beri untuk ku mengabdi

Tak tau lagi apa sebutan tempat asing tapi seperti rumah sendiri ini…

Kuroboyo…

Adalah segelintir kata yang akan terus di ingat dan tertanam menjadi kenangan abadi bagi kami….