Jika membahas mengenai rasa nasionalisme dalam menyongsong Hari Kemerdekaan Indonesia tentu banyak hal yang dapat diperoleh antara lain adalah semangat kebersamaan dan kerjasama dalam merencanakan sekaligus melaksanakan sebuah acara. Kerjasama yang terjalin antara mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan pemuda Ledok Kulon telah menghasilkan sebuah karya yang luar biasa, yaitu terlaksananya kembali sebuah acara tahunan yang telah lama mati yaitu Festival Lampion. Festival yang sudah vakum selama 2 dekade, kini dapat dilaksanakan kembali, dan hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ledok Kulon terutama bagi kami mahasiswa KKN PPuN UAD karena bisa berpartisipasi sebagai panitia sekaligus peserta Festival Lampion.

Acara Festival Lampion ini terselenggara pada tanggal  12 Agustus 2017, sedangkan untuk technical meeting acara festival lampion dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2017. Acara Festival Lampion ini melibatkan 1 divisi, yaitu unit I.A.1, I.A.2, dan I.A.3. Acara Festival Lampion ini didukung oleh Bupati Bojonegoro dan Dinas Lingkungan Hidup. Acara ini tentunya merupakan acara yang sangat luar biasa dan ditunggu-tunggu oleh warga Ledok Kulon, karena telah lahir kembali setelah 20 tahun lamanya vakum.

Terlebih lagi, datangnya kawan-kawan dari mahasiswa memang diharapkan mampu terjun langsung di masyarakat dengan segala kondisi dan persiapan apapun, maka tanpa berpikir panjang, unit 1.A.3 pun bersedia untuk bergabung dengan membawa 1.A.1 dan 1.A.2 untuk berpartisipasi penuh.  Persiapan yang telah dilakukan oleh para mahasiswa KKN PPuN di Bojonegoro untuk berpartisipasi sebagai peserta Festival Lampion antara lain adalah membuat miniatur tugu Jogja dan logo UAD yang dihiasi lampu-lampu yang berwarna-warni. Proses pembuatan lampion yang memakan waktu cukup lama sangat menantang bagi mahasiswa itu sendiri karena ingin memberikan yang terbaik dalam acara tahunan ini yang sedang mencoba dihidupkan lagi oleh warganya.

Kerjasama adalah hal yang paling penting dalam pra acara dan juga dihari acara diselenggarakan lampion ini karena pembuatan yang menguras tenaga bagi mahasiswa sebagai panitia juga peserta. Namun, dari sinilah banyak pembelajaran yang bisa di petik oleh mahasiswa.

Banyaknya pelajaran ini tidak lepas dari tujuan dari tema untuk menghidupkan kembali tradisi ini kepermukaan untuk menguji kreativitas dan juga kekompakan warga Ledok Kulon dalam melakukan gotong royong. Dengan tema “Menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72 Dengan Semangat Nasionalisme Dan Kerja Bersama” ingin mengajak para warga Indonesia khususnya Ledok Kulon untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari kerjasama yang hebat antara individu untuk merebut kemerdekaan. Begitulah yang harus kita tanamkan bahwa kebersamaan mampu membawa kemenangan.

Dalam acara ini, mahasiswa merasa senang karena panitia acara dari pemuda kelurahan Ledok Kulon memberi kesempatan bagi mahasiwa untuk menjadi nomor urut pertama dalam perjalanan festival tersebut. Acara yang diikuti oleh 28 kelompok dari kelurahan dan juga derah lain yang dimulai pukul 21.00WIB dan selesai digaris finish pukul 22.30WIB ini mewarnai jalanan kelurahan Ledok Kulon sampai Alun-Alun kota Bojonegoro dan menuju garis finish dengan setiap peserta membawa maskotnya masing-masing dan memberi beberapa pesan didalamnya. Diantaranya ada 2 maskot yang membawa bendera Palestina untuk menunjukkan bahwa saudara-saudara muslim disana selalu butuh dukungan berupa doa dari muslim ditempat lain.

Perjalanan para peserta menuju garis finish pun tidak serta merta lancar begitu saja, banyaknya warga sepanjang jalan yang ingin menyaksikan memaksa kendaraannya untuk menepi disamping jalan yang membuat peserta tidak begitu leluasa untuk membawa maskotnya, namun, kembali lagi karena kepuasan, rasa lelah dalam perjalanan pun tidak terasa, karena kekeluargaan yang terjalin antar unit di Bojonegoro begitu bagus.

Dengan terselenggaranya acara ini, mahasiswa selaku panitia dan juga peserta bangga mampu bergabung mensukseskan acara tersebut dan juga memperkenalkan Universitas Ahmad Dahlan kepada para warga Bojonegoro. Selain itu, kegiatan positif ini memaksa para mahasiswa untuk tetap berkreasi melalui media apapun dan selalu mendukung generasi muda untuk tetap ingat dengan perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia. Raut bahagiapun sangat tampak dari warga yang memang sudah sangat lama tidak melihat dan menantikan hal seperti ini lagi.

Kerlap-kerlip lampion diatas rumah warga Ledok Kulon yang menambah kecantikan suasana malam, bermacam ukuran mulai dari 1.5m hingga sekitar 3m dan bentuk lampion mulai dari hewan hingga symbol keagamaan dan juga kemerdekaan dikelilingkan dengan sambutan senyum para warga disepanjang jalan akan sangat dirindukan oleh warga Ledok Kulon sendiri juga mahasiswa yang terlibat dalam acara tahunan di Agustus 2017 ini. Tradisi yang positif ini diharapkan akan terus dilakukan ditahun-tahun berikutnya agar tetap memancing kekreatifitasan dan juga kekompakan setiap peserta dalam memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia ini.