img-20161208-wa0006

Kamis,08/12/2016, merupakan momentum penting bagi kebangkitan semangat mendidik balita dan batita di wilayah RW 10 Keparakan Lor, Yogyakarta, pasalnya pada hari tersebut, mahasiswa KKN Alternatif periode LIII Divisi I.C.2, bersama ibu Rismi (salah satu kader PAUD) berencana untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak disekitar RW 10 yang masih dalam masa usia pertumbuhan seorang anak dengan mengadakan kegiatan PAUD

Latar belakang warga sekitar berserta mahasiswa KKN Alternatif Divisi I.C.2 menginginkan diselenggarakannya lagi kegiatan PAUD adalah keadaan lingkungan di Yogyakarta yang semakin memprihatinkan untuk pertumbuhan anak-anak. Maraknya anak sekolah yang melakukan klitih, penculikan anak dan kejahatan terhadap anak yang semakin marak di Yogyakarta, alasan tersebut mendorong para mahasiswa KKN Alternatif LIII Divisi I.C.2, untuk membantu menggerakan para kader PAUD agar merawat dan mendidik bersama calon generasi penerus bangsa, agar menjadi manusia yang unggul dan mempunyai rasa peduli terhadap lingkungan sekitar

Kegiatan PAUD di RW 10 sebenarnya bukan hal baru lagi bagi warga  sekitar, menurut ibu Rismi salah satu kader aktif yang begitu peduli dengan pertumbuhan anak-anak di lingkungan RW 10 “dahulu disini ada PAUD , tetapi kadernya sudah pada hilang, beruntung sekarang saat ada mahasiswa KKN dari UAD, kita ingin menggerakan lagi PAUD ini”. Harapan warga dengan adanya kegiatan PAUD ini agar anak-anak mendapat lebih perhatian dibidang pendidikan dan pertumbuhan anak.

Anak yang mengikuti PAUD memiliki rentang uisa 0-2 tahun, kegiatan di PAUD disesuaikan dengan fase dan tugas perkembangan anak. Menurut Piaget, seorang psikolog yang mengklasifikasikan fase dan perkembangan anak berdasarkan kemampuan kognitif, anak usia tersebut masuk pada tahap perkembangan sensorimotor. Pada tahap ini anak memepergunakan penginderaan dan aktivitas motorik atas rangsangan-rangsangan yang diterimanya dalam bentuk refleks.

Beberapa kegiatan yang paling cocok untuk anak pada usia tersebut antaralain mengenal warna,mengenal obyek benda, dan menyusun balok, selain itu manfaat lain yang akan dirasakan anak yang ikut kegiatan PAUD  menurut ibu Rismi pada saat pembukaan perdana kegiatan PAUD di rumah bapak ketua RT 46 “PAUD dapat mendidik anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan mengenal lingkungannya”.

Beragamnya disiplin ilmu yang didalami oleh mahasiswa KKN Alternatif LIII divisi IC2 membuat kegiatan PAUD di RW 10 Keparakan Lor menjadi lebih berwarna dan memiliki semangat yang berbeda, besar harapan para pendidik dan orangtua agar kegiatan PAUD ini menjadi wadah anak-anak untuk mengasah kreatifitas dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.