PPM REGULER 2016

Kebutuhan dan konsumsi energi semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya populasi manusia dan meningkatnya perekonomian masyarakat. Briket adalah batu bara yang dijadikan sebagai bahan bahar pengganti minyak. Briket dapat dibuat dari limbah tumbuhan maupun hewan yang memiliki sifat fisik tidak keras, homogen, dan tidak padat. Briket diperoleh dengan cara pengempaan arang halus dicampur dengan bahan perekat seperti tepung kanji, ter kayu, dan terbitumen.

Dari hasil pertemuan dengan kader kesehatan dan ibu ketua PKK Desa Ngoro-oro menyatakan bahwa Desa Ngoro-oro mendapakan bantuan alat pencetak briket dan pencacah sampah tetapi tidak ada yang memanfaatkan sampai saat ini, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan warga dalam mempergunakan peralatan tersebut.

Oleh karena itu, Tim Dosen UAD yang terdiri dari Surahma Asti Mulasari, S.Si, M.Kes., Tri Wahyuni Sukesi, S.Si, MPH., dan Sulistyawati, S.Si, MPH mempunyai gagasan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Jati Kuning, Ngoro-Oro, Gunungkidul dengan tema “Optimalisasi Pengelolan Limbah Rumah Tangga”. Sasaran utama dari penyuluhan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK Desa Ngoro-oro Patuk Gunung Kidul dan warga setempat yang terterik dengan kegiatan sebanyak maksimal 30 orang. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 25-26 Februari 2016  pukul 08.00 sampai selesai, bertempat di Balai pertemuan Dusun Jatikuning, Ngoro-oro Patuk Gunungkidul. Materi yang diberikan oleh Tim Dosen UAD yaitu mengenai limbah biomassa (sampah kebun, sampah organic rumah tangga, limbah pertanian) dan dampaknya bagi lingkungan, alternatif pengelolaan limbah biomassa, motivasi berwirausaha, berwirausaha briket bioarang. Selain pemberian materi, Tim Dosen UAD juga memberikan praktik-praktik mengenai alat pembuat arang, membuat arang biomassa, membuat perekat dalam pembuatan briket, membuat briket bioarang, pengemasan dan pembuatan desain produk.

Mahasiswa UAD dan masyarakat sedang membuat briket bioarang

“Masyarakat akan mendapatkan praktik membuat briket bioarang, yang nantinya dapat dipakai sebagai sumber energi pengganti minyak tanah  maupun gas. Dengan pelatihan  ini, diharapkan masyarakat juga dapat membuka usaha dan membantu dalam pengelolaan lingkungan”. Ungkap Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes.

Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi ibu-ibu muda dalam memanfaatkan sampah rumah tangganya sehingga lingkunan bersih dan sehat, selain itu dengan keterampilan dan wawasan berwirausaha muncul ide-ide untuk mengelola sampah sehingga menjadi tambahan pendapatan untuk keluarga.