Sebelum kamibercerita, alangkah baiknya kami mencoba menjabarkan secara sederhana apa itu pesantren kilat.

Pesantren kilat?

Pesantren kilat adalah program belajar agama durasi pendek (short Course) yang secara umum terbagi dua kategori yaitu Pesantren Kilat Ramadhan dan Pesantren kilat Non-Ramadhan. Program ini cocok diikuti kalangan Non santri yang ingin belajar ilmu agama dasar.

Maksut dari pesantren kilat sendiri adalah agar membimbing anak yang masih dibawah umur tahu akan ilmu dasar sebelum beranjak baligh atau sampai ibadahnya dapat dihitung. Supaya nantinya ketika sudah baligh individu muslim dapat mengerjakan ibadah sesuai tuntunan atau ajaran agama Islam dan menjadi bekal untuk beribadah kelak.

Mengapa wajib ikut pesantren kilat?

Ya jawabannya sangat sederhana, karena Fardhu ‘ain hukumnya bagi setiap muslim untuk mengetahui dan mempelajari ilmu agama dasar. Wajib disini artinya apabila ditinggalkan mendapat dosa dan pasti disiksa diakhirat. Ilmu agama dasar sangat penting karena tanpa pengetahuan agama dasar yang benar, semua ibadah yang kita kerjakan tidak akan diterima karena rawan akan kesalahan. Apabila ibadah kita tidak sah, maka sama artinya dengan tidak mengerjakan kewajiban sebagai seorang muslim. Contohnya, orang awam yang tidak mempunyai ilmu bersedekah, ya sedekahnya tidak akan diterima, orang awam melakukan sholat wajib namun tidak mengerti syarat sahnya sholat, atau rkun sholat, atau tidaktahu bagaimana bersuci yang baik dan benar ya sholatnya tidak kan diterima, dll. Artinya orang tersebut  rugi  karena sudah capek-capek beribadah namun tidak diterima.Maka dari itu, mencari ilmu (agama) itu wajib hukumnya.

Tholabul ‘ilmi Faridhotun ‘ala Kulli Muslimin Wa Muslimatin.

Dari gagasan sederhana tersebut diatas, TPA Baitul Makmur menyelenggarakan Pesantren kilat ramadhan untuk anak-anak.TPA yang terletak di komplek Perumahan Sidorejo, Gang Pandu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul 55182 Yogyakarta ini bekerjasama dengan pengajar tetap TPA Baitul Makmur dan rekan-rekan Unires UMY berjumlah 2 orang yaitu bang jo (Mas Jauhari) dan Firman. Mereka adalah rekan dari salah satu anggota kelompok Divisi VI.D.3 yang kebetulan bersedia menjadi voulenteer sebagai pengajar di TPA Baitul Makmur bersama kami. Mereka juga ikut berpartisipasi membantu kami dalam setiap kegiatan di TPA Baitul Makmur. Firman yang memang kebetulan mempunyai keahlian di bidang komputerisasi sering kami mintai bantuan untuk membuat desain banner, pamflet dan lain-lain untuk kebutuhan kami, dan Bang Joe kami anggap sebagai senior kami karena kompetensi mengajar bagi anak-anak sangat mumpuni. Hormat kami kepada kalian Firman dan Bang joe. Respect!

Selain ada bang Joe dan Firman, Pengajar tetap TPA Mbak Mayy dan Mbak Nissa, kami juga dibantu teman-teman remaja masjid yang kebetulan baru saja dibentuk dan dilantik. Di komandoi oleh Mas Dimas (kebetulan namanya sama dengn ketua Unit) temen-temen remaja masjid juga menjadi keluarga baru bagi kami. Terimakasih bantuannya selama ini, kalian adalah keluarga baru bagi kami, semoga selalu terjalin silaturahminya! Dan untuk Remaja Masjid Baitul Makmur, semoga tetep solid. Ini merupakan awal dan perjuangan kalian masih panjang!

Kegiatan pesantren kilat TPA Baitul makmur merupakan gagasan dari pembina TPA Baitul Makmur sendiri, dan setelah mengadakan pembahasan bersama terkait penyelenggaraan pesantren kilat di TPA baitul makmur tahun ini disepakati yang mengelola adalah mahasiswa KKN UAD 2017 dan diarahkan oleh dewan pembina TPA Baitul Makmur. Akhirnya dalam Proses pendaftaran santri, kami mempunyai gagasan untuk mensosialisasikan kepada warga Sidorejo, memasang pamflet, hingga sosialisai melaluisocial media setiap anggota kami dengan meng-upload file JPG pamflet ke akunmedia sosial setiap anggota. Alhamdulillah, santri yang masuk list daftar pesantren kilat berjumlah 47 santri, 23 diantaranya santri TPA Baitul Makmur dan 14 merupakan non-santri TPA Baitul Makmur untuk seluruh wilayah sidorejo dan sekitarnya. Antusiasme warga untuk mendaftarkan anaknya mengikuti kegiatan ini sangat tinggi.Applause!

Sedangkan untuk kebutuhan selama pesantren kilat sendiri dianggarkan oleh takmir masjid Baitul makmur. Segala keperluan seperti menu berbuka dan takjil di back-up oleh Masjid Baitul Makmur.Terimakasih bapak Dodik Junaedi,SE selaku ketua panitia ramadhan masjid Baitul Makmur, terimakasih kerjasama, Koordinasi dan telah memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut menyemarakkan Ramadhan tahun ini di Masjid Baitul Makmur. salam ta’dhim kami.

Day today

Pada hari petama, santriwan dan santriwati sangat antusias mengikuti kegiatan. Kegiatan awal pesantren kilat adalah proses pengenalan dan proses adaptasi santri. Kemudian pengenalan kepada seluruh jajaran pengajar, direktur TPA dan Pembina TPA Baitul Makmur. Santriwan/santriwati pada hari pertama masih terlihat kaku dan malu, mereka masih belum akrab dengan kami karena mungkin baru pertama kalinya bertemu dengan kami, khususnya Non-santri Baitul Makmur. Kami juga masih kebingungan apa yang harus kami lakukan ntuk memecah keadaan tersebut, berkat bimbingan dan arahan direktur TPA baitul Makmur dan Pembina TPA baitul Makmur akhirnya kami mulai dapat dekat dengan anak-anak baru/ Non-santri TPA Baitul Makmur. dihari kedua, kami mulai memberikan materi kepada santri, membaca doa sebelum belajar, ikrar santri TPA Baitul Makmur, dll menjadi materi wajib sebagai pembuka kegiatan di TPA ini. Kemudian disusul dengan materi-materi yang sudah dirumuskan dalam kurikulum dan disesuaikan dengan program kerja kami untuk sasaran Anak-anak, seperti pendampingan TPA membaca iqra’ mendampingi belajar membaca al-quran, dan materi dalam sub-bidang kerajinan tangan dan lain sebagainya. kegiatan pesantren kiat ini setiap harinya diakhiri dengan sholat tarawih bersama di gedung TPA baitul Makmur. kemudian untuk menutup kegiatan KKN kami mengadakan tadarus bersama dan diakhiri dengan evaluasi. Evaluasi ini mencakup kegiatan hari tersebut dan untuk menyiapkan kegiatan selanjutnya. kami juga sering mengadakan rapat bersama pengurus TPA untuk berkoordinasi penyelenggaraan festival anak sholeh atau kegiatan lain yang sifatnya perlu untuk mencapai titik kesepakatan.

Kami mulai merasakan kedekatan bersama santri-santri TPA Baitul Makmur. Hari demi hari setiap sore sampai selesai sholat tarawih kami lalui bersama santri-santri yang cerdas dan banyak akal, membuat mereka banyak tingkah dan tidak sedikit yang mudah untuk dikendalikan. Sehingga membuat kami kuwalahan dan harus memutar otak untuk mengatasi masalah tersebut, perlu kesabaran ekstra untuk membina anak-anak, karena notabene anak-anak atau santri-santri TPA Baitul Makmur merupakan santri yang Hyper Active dan banyak akal membuat mereka tidak mudah untuk dikendalikan. Contohnya, ketika akan dimulai untuk sholat Tarawih, anak-anak pada ribut sendiri dan lebih asyik bermain dengan teman lainnya, ada yangmenjahili temannya ataupun masih asyik dengan mainan yang dibuat ketika materi kerajinan tangan, ada yang lari kesana kemari ketika mengaji, ada yang caper (cari perhatian) dengan kami, belum lagi kalau ada santri yang berantem dengan temannya karena masalah kecil, kami harus menjadi mediator bagi mereka agar kembali akur dan akrab. seakan kami dibawa kembali ke dunia anak-anak. Namun hal tersebut menjadikan pengalaman yang menarik sekaligus menantang bagi kami, hal yang belum pernah bahkan sama sekali tidak kami dapatkan ketika dibangku perkuliahan namun disini, di TPA Baitul Makmur secara otodidak kami mendapatkan ilmu yang mengesankan sekaligus menarik. Kegiatan ajar-mengajar kepada anak-anak merupakan ilmu yang nantinya pasti akan sangat dibutuhkan ketika kami memulai fase menjadi seorang ayah atau ibu.

Disamping itu semua, kami merasakan kenyamanan ketika bertemu dengan santri-santri, setelah kegiatan KKN selesai dan pulang ke kos/rumah masing-masing kami kemabali dihadapkan dan dipusingkan dengan kesibukan dunia intelektual formal, ada yang kembali mengerjakan skripsi, mengerjakan tugas kuliah, mempersiapkan materi presentasi dan lain-lain. Namun setelah kami kembali ke TPA Baitul Makmur dan bertatap muka dengan santri-santri perasaan sumringah, rasah lelah hilang setelah bertemu dengan mereka. Semacam ada ikatan batin antara mereka dan kami. Thank’s sobat kecil kami, toss!

04 June 2017

 

“Gema Ramadhan Ceria, Meraih Ridho Illahi, Menuju Kemenangan Hakiki” merupakan Tema yang kami sepakati atas saran dari Penasehat umum Masjid Baitul makmur untuk kegiatan Festival Anak Sholeh di TPA Baitul Makmur. setelah mengadakan beberapa kali rapat internal dengan seluruh panitia yang telah dibentuk dan rapat koordinasi dengan takmir masjid Baitul Makmur, pada tanggal 04 juni 2017 bertepatan pada hari minggu kami TPA Baitul Makmur mengadakan berbagai lomba tingkat TPA se-kecamatan Kasihan. Adapun lomba-lomba dalam kegiatan ini meliputi 5 perlombaan, yaitu lomba adzan, cerdas cermat, lomba pentas seni, TPA Pintar (tebak kata), dan lomba rangking 1. Acara atau kegiatan ini terbilang sukses dan lancar, melihat antusiasme masyarakat dan anak-aak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu kami juga berhasil menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata Yogyakarta, kami mengirimkan proposal kegiatan untuk memintakan trophy untuk diperebutkan santri-santri se-kecamatan Kasihan dalam kegiatan festifal anak sholeh di TPA Baitul Makmur, alhamdulillahirobbil alamin proposal kami di-Acc oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta. Ide ini bermula ketika survey pra-KKN dulu ketika berwawancara dengan Ibu Deassy selaku pembina TPA Baitul Makmur. kemudian kebetulan Ketua Takmir Masjid Baitul Makmur merupakan direktur Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Persiapan-persiapan pra pelaksanaan kegiatan ini membuat kami kurang tidur. Dari pagi sampai dini hari kami menyiapkan segala keperluan untuk acara ini, dari mulai mendekor panggung, menyiapkan materi, surat-menyurat dan lain lain berhasil kami rampungkan pukul 01.00 dinihari. Perjuangan kami terbayar pada pelaksanaan paginya, sebelum memulai acara kami briefing dengan seluruh panitia yang terlibat. Pukul 07.00 para peserta dari berbagai TPA mulai berdatangan dan melakukan registrasi ulang, serambi masjid mulai dipenuhi hiruk pikuk teriakan dan obrolan anak-anak peserta lomba. Pukul 08.00 tepat acara dimulai dengan pembukaan, sambutan dari takmir masjid, direktur TPA dan ketua Panitia dalam acara ini. Kegiatan lomba dimulai setelah pembukaan dan berlangsung sangat meriah, yel-yel masing-masing TPA mulai saling saut menyaut untuk menyemangati para peserta lomba. Ditengah-tengah acara perlombaan, kami dikagetkan oleh kehadiran ibu Dosen Pembimbing Lapangan kami, Ibu Dra.Iis Wahyuningsih, M.Si., Apt diposko untuk kunjungan sidak dari beliau. Kemudian kami tidak sempat menemui beliau Full Team karena setiap individu mempunyai tanggung jawab masing-masing untuk mendampingi perlombaan tersebut. Disela-sela kegiatan, salah satu rekan kami, yang tak lain adalah ketua Unit kamimenemui beliau, administrasi Unit kami dicek satu persatu oleh beliau. Komentar ibu mungkin agak kurang menyenangkan, namun menjadi pelecut bagi kami sekaligus peringatan bagi kami untuk menyiapkan administrasi Unit secara matang karena memang mendekati Sidak dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk penilaian dari penyelenggara KKN. Kami ucapkan terimakasih dan hormat Ta’dhim Kami kepada ibu Dra.Iis Wahyuningsih,M.si, Apt atas bimbingan dan dedikasinya selama ini.

Pukul 11.30 tepat acara selesai dan ditutup dilanjutkan dengan bersih-bersih, foto-foto, dan take video ucapan selamat hari raya idul fitri 1438 H bersama-sama dengan takmir masjid, direktur TPA, Remaja Masjid, dan anggota KKN divisi IV.D.3. selamat gengs! Acara festival Anak Sholeh meriah dan sukses walaupun mata sayup karena kurang tidur.

Rutinitas Pesantren kilat kembali dilanjutkan setiap sore dan kami mulai meraskan kejenuhan, para santri pun mungkin juga merasakan hal yang sama mengingat, beberapa kali wajah mungil mulai tidak nampak di TPA atau memang mungkin sedang sibuk dengan urusan dunia anak-anak.

Sampai pada H-2 kegiatan pesantren kilat berakhir, kami mengadakan rapat pleno bersama takmir dan seluruh pengajar TPA. Untuk membahas clossing acara pesantren kilat untuk mengisi kegiatan menginap bersama santri TPA yang memang sudah masuk dalam kurikulum pesantren kilat. Pada akhirnya tiba saat malam terakhir kami bertemu dengan anak-anak. Kami megadakan acara sederhana, sambutan-sambutan oleh Ketua Takmir, ketua Panita Ramadhan, Direktur TPA Baitul Makmur dan kesan-pesan sekaligus pidato perpisahan yang disampaikan oleh ketua unit, menonton vidio yang kami buat selama 2 bulan kami kkn dan vidio kesan pesan kepada TPA Baitul Makmur, bagi-bagi hadiah oleh direktur dan pembina TPA, muhasabah, games, dan lain-lain sampai akhirnya memasuki waktu tidur. Acara clossing tidak terasa sampai pukul 23.00 karena memang acara tersebut menjadi moment terakhir bersama santri-santri, acara tersebut sekaligus menjadi perpisahan kami bersama anak-anak TPA Baitul Makmur karena paginya kami harus ditarik oleh penyelenggara Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun moment malam ini yang mungkin tidak dapat kami lupakan, karena didalam kegiatan clossing ini kami merasakan haru dan sedih.

Ketika memasuki acara bagi-bagi hadiah beberapa nama dari anggota kami disebut karena masuk nominasi sebagai pengajar ter-lucu dan ter-rajin di TPA Baitul makmur. mereka adalah Erwin Randika sebagai ust. Ter-lucu dan Dimas Firdausy Hunafa sebagai ust.ter-rajin. Selamat kepada kalian pak ustad. Setelah itu ada games-games seru dari mahasiswa KKN untuk anak-anak. Dan dilanjut muhasabah dan penutup. Dalam acara muhasabah ini semua mahasiswa KKN dan seluruh pengajar meneteskan air mata karena mereka akan berpisah dan meninggalkan Baitul Makmur, tak terkecuali juga santri-santri TPA mereka juga ikut menagis karena merasa akan ditinggalkan oleh sahabat barunya selama ini. Terimakasih TPA Baitul Makmur. kami santri hebat, kami santri kuat, kami santri TPA Baitul Makmur yeay!!