Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk nyata dari penerapan semua ilmu yang didapatkan di kelas. Mahasiswa, tidaklah cukup hanya mengkritisi setiap masalah yang ada di sekitar untuk dijadikan material penting yang dapat memberi perubahan bagi bangsa ini. Sejalan dengan arah pembenahan dalam pembangunan, kegiatan KKN ini dirasa akan memberikan manfaat yang besar bagi perubahan pada diri suatu daerah (pedesaan) dan masyarakatnya. Para mahasiswa harus dapat melihat potensi di suatu daerah yang menjadi tempat mereka melaksanakan KKN. Potensi itu sebenarnya sudah ada, namun belum ada usaha yang optimal dari masyarakat setempat. Maka disinilah tugas para mahasiswa untuk memotivasi masyarakat dan menumbuhkan minat masyarakat terhadap inovasi sehingga masyarakat tersebut mampu berusaha lebih optimal dalam mengembangkannya guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Mahasiswa tidak terus-terusan berurusan dengan penelitian saja. Ada hal yang tidak kalah pentingnya yakni mengabdi pada masyarakat dan berbaur bersama-sama dengan mereka memecahkan suatu masalah yang ada di sekitar mereka. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terjun langsung ke masyarakat untuk kemudian secara bersama-sama menjadikan masyarakat itu lebih maju dan terdepan.

Tiba di lokasi KKN pun tidak bisa langsung bersantai-santai saja. Saat itu pun kita seharusnya mulai melihat dan memprediksikan apa yang dapat kita lakukan untuk mengangkat moral desa tempat kita melaksanakan KKN, dan yang terpenting adalah bersosialisasi dengan masyarakat setempat meskipun tidak semuanya. Perangkat-perangkat desa adalah unsur yang penting dan harus didekati agar kita dapat mencari dan mengolah semua informasi tentang desa, tujuannya tak lain adalah merangkai program kerja. Merangkai program kerja dan melaksanakannya tidaklah mudah, karena program-program itu harus disetujui oleh semua anggota kelompok, jika tidak maka program tidak dapat dilaksanakan dengan lancar. Semua anggota KKN dalam kelompok mempunyai tugas yang berat untuk mengatur kelompoknya agar tetap harmonis hingga KKN berakhir. Jika demikian, merangkai program kerja dan melaksanakannya pun akan berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan terutama oleh masyarakat.

Penulis yang juga sekaligus peserta yang mendapat tugas KKN di Desa Karang Kulon, mewakili teman-teman lain dari  Divisi II Kelompok A Unit III Ini hanyalah tulisan sekedar saja yang merupakan pengalaman pada saat KKN PPM UAD KE 63. KKN memang telah usai dan misi bisa dikatakan telah berhasil sampai sejauh ini. Akan tetapi, tugas baru telah menunggu. Program kerja yang telah kita laksanakan di lokasi KKN tidaklah sepantasnya kita tinggalkan begitu saja meskipun masyarakat telah meneruskannya. Kita bisa memantau perkembangan program kerja itu setiap saat, apakah ada kemajuan atau hanya datar-datar saja. Jika ada kemajuan berarti usaha kita tidak sia-sia, kalaupun belum ada kemajuan, maka tugas kitalah sebagai mahasiswa untuk membantu meluruskannya kembali. Memang, sebenarnya waktu 35 hari dirasa tidaklah cukup untuk memberi perubahan yang besar pada suatu pedesaan apalagi desa yang tergolong terbelakang. Biasanya KKN dilakukan satu hingga tiga bulan, sehingga akan terasa begitu jelas perubahan yang terjadi pada lokasi kita melaksanakan KKN tersebut. Namun, di luar itu semua, penulis merasakan perubahan pola pikir masyarakat terjadi secara spontan yang berawal dari ketertarikan mereka terhadap suatu inovasi atau hal baru.

Memberi kepercayaan kepada mereka untuk lebih mendalami dan lebih menguasai inovasi itu. Kita butuh waktu untuk mewujudkan hal itu, dan waktu yang sempit tidaklah menjadi sebuah hambatan. Terlepas dari semua hambatan yang menghalangi, kita telah memberikan sebuah titik perubahan meskipun kecil tapi titik itu antinya akan melecutkan minat masyarakat dan akhirnya mereka jadi ingin tahu lebih banyak dan kita bisa memperkenalkan sebuah inovasi kepada mereka. Kunci suksesnya tentu saja tak kenal menyerah terus berusaha meyakinkan masyarakat akan inovasi itu, dan terbuka kepada mereka serta mengikuti atau berbaur dan bergaul dengan mereka mengikuti gaya hidup mereka.

Tidak sulit untuk mengikuti gaya hidup di pedesaan karena  kita pasti akan terbiasa dan mulai terbawa arus tanpa kita sadari. Kehidupan di pedesaan sangat sederhana namun tidak jauh dari kegembiraan dan keramaian. Suasananya menyenangkan dan akan tambah menyenangkan bila kita dapat berinteraksi dengan masyarakatnya. Orang-orang di desa punya banyak hal yang membuat kita tertarik, seperti permainan tradisional, tradisi kumpul-kumpul bersama pada malam hari sembari ngopi. Suasana seperti ini jarang kita temukan di perkotaan, kalupun ada tidak akan seperti di desa.

Masyarakat di desa cenderung lebih tekun dalam menggeluti usaha sendiri meski masih dalam usaha kelas menengah, ditempat KKN ini lah yang meyakinkan saya untuk lebih mengenal mereka lebih dekat dan mengetahui pola pikir mereka. Orang-orang desa sifatnya sopan, sederhana. Mereka menghormati antar sesamanya bahkan terhadap orang asing sekalipun. Saya menulis demikian karena inilah yang kami alami, mereka bahkan lebih banyak membantu kami padahal seharusnya kamilah (anggota KKN) yang harus banyak membantu mereka. Itulah solidaritas masyarakat di pedesaan yang belum pernah saya temukan di perkotaan, dan didasarkan dari inilah KKN yang kami lakukan berubah menjadi Liburan yang Menyenangkan, bagaikan Melancong ke Negeri Orang. Di samping itu, saya dan teman-teman tak melupakan tujuan utama KKN ini, dengan beberapa program kerja yang ternyata sangat didukung oleh warga Karang kulon.