Kelurahan podosugih terletak di kecamatan pekalongan barat kota pekalongan, perjalanan menuju kota pekalongan dapat ditempuh melalui jalur darat dan laut saja karena belum ada bandara di kota pekalongan, perjalanan sekitar 5-6 jam dari kota jogja menggunakan travel/bus.

Akses jalan dari kota jogja menuju kota pekalongan lumayan menyenangkan, kondisi jalan layak dan berlika-liku karena jalan pegunungan ditambah pemandangan yang ditawarkan cukup menghibur selama perjalanan, setelah perjalanan menyusuri hutan belantara kita melewati jalur pantura yang terkenal dengan bisnis karaokenya yang menjamur di pinggir-pinggir jalan dan banyak mobil mobil pengangkut (truck).

Kota pekalongan masuk provinsi jawa tengah dan terkenal dengan batiknya, hampir sebagian orang bermata pencaharian dengan tidak jauh jauh dari batik, baik pedagang atau produsen, perekonomian kota pekalongan termasuk maju dan dengan produksi batik di sini menyebabkan dampak bagi lingkungan, khususnya sungai di kota pekalongan. Hampir semua sungai berwarna hitam dan mengeluarkan bau kurang sedap, sepertinya pengelolaan limbah batik disini kurang diperhatikan.

bertepatan dengan bulan agustus, kelompok kkn 1D berbaur dengan warga podosugih, tepatnya di gang pembangunan, warga sangat baik dan ramah menerima kami, terlihat dari interaksi demi interaksi yang intim antara kami dan warga. Agenda demi agenda yang berhubungan dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI mulai dipersiapkan seperti malam tirakatan, yaitu tanggal 16 agustus, acaranya cukup sederhana, dimana warga berkumpul bersilaturahmi, dipenghujung acara bpk RW melakukakan potong tumpeng dan dilanjutkan dengan makan bersama warga untuk menjalin keakraban, kerukunan dan kasih sayang antar penduduk podosugih khusunya di gang pembangunan.

Lalu paginya kelompok kkn kami berbaur dan mengikuti lomba 17 agustus yang diselenggarakan warga, dari anak-anak-remaja, dewasa, semuanya melebur dan berbahagia mengikutinya.

Agenda selanjutnya yaitu Jumat tanggal 25 agustus 2017 kelurahan podosugih menyelanggarakan pawai terkait HUT RI ke 72 tahun kemerdekaan Indonesia, sekaligus sebagai pemberitahuan kepada warga di sekitar podosugih (rute pawai) pemberitahuan terkait akan diselenggarakannya pasar jajanan yang akan diselenggarakan pada 29 agustus 2017.

Pawai diikuti oleh warga podosugih dengan menampilkan kostum hasil kreativitas warga sendiri seperti aladin dengan karpet terbang, kostum pangeran arab dll, juga menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti tari-tarian kontemporer, musik angklung, miniatur tank dengan meriam bambu yang bisa meledak dan miniatur dinosaurus dll. Juga diikuti komunitas pecinta satwa yang ada di podosugih sambil membawa binatang kesayangnnya, kambing memakai baju, ular phyton, kukang, luwak dll.

Antusiasme warga sangat besar, dilihat dari peserta yang ikut terlibat, ikut menonton dan klakson para pengguna jalan yang merasa terganggu dengan adanya pawai tersebut, semuanya berjalan dengan lancar berkat komunikasi yang baik antara pihak penyelenggara dengan pihak kepolisian yang turut serta membantu jalannya pawai, sekitar pukul 22.00 rombongan pawai sampai ke finis yaitu lapangan untuk berkumpul tadi, lalu dilanjutkan dengan bergoyang bersama warga sebagai penutupan acara pada malam tersebut.

Pada puncak acara 29 agustus 2017, kelurahan podosugih khususnya gang pembangunan RW 07 melaksanakan Pasar jajanan, pasar jajanan sendiri bukan seperti pasar pada umumnya, warga membuka rumahnya (open house) untuk menyambut siapa saja yang datang, dengan makanan baik berat maupun ringan. Tak hanya itu saja banyak juga warga yang membuat lomba ketangkasan, seperti melempar bola kedalam kardus yang sengaja dikasih lubang, melempar koin ke gelas dll, hadiahnya juga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari misal sandal, detergen, kaos, batik dll.