Indonesia sudah menjadi sebuah bongkahan api dengan hal-hal negative yang setiap harinya saling menyulut satu sama lain dan penyimpangan-penyimpanagn yang terjadi adalah sebagai bukti hancurnya moral bangsa, semua media berloma-lomba membahas kriminalitas yang terjadi di Indonesia,upaya apa yang harus kita lakukan? Ya upaya sederhana yang dilakukan dikala krisis moral di Indonesia sudah merebak adalah mengadakan pengajian rutin, dikala pengajian rohani tidak di ajarkan di sekolah semua orang lebih memilih berlari kearah pengajian-pengajian yang banyak menyampaikan hal-hal mengandung makna mendalam bagi kehidupan sehari-hari. Namun tahu kah, kita berniat untuk mengaji saja sudah memdapat pahala yang luarbiasa di tambah perjalanan langkah demi langkah pun mendapat pahala yang melimpah begitupun jikalau kita mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh ulama tersebut. Mendengarkan kajian-kajian secara rutin pun dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi mengerti mana yang baik dan mana yang buruk bagi hubungan antara manusia dengan tuhan, maupun manusia dengan manusia lain, bukankah jika memberi peringatan mana yang baik dan mana yang buruk secara rutin dengan otomatis otak kita akan terbentuk kepada hal yang sudah di perintahkan tersebut. Secara harfiah sendiri pegkajian dalam bahasa Arab disebut At-ta’llimu asal kata ta’allma yata’allimu ta’liiman yang artinnya belajar, pengertian dari makna pengkajian atau ta’aliim mempunyai nilai ibadah tersendiri, hadir dalam belajar ilmu agama bersama seorang alim atau orang yang berilmu merupakan bentuk ibadah yang wajib bagi setiap umat muslim. Pengkajian adalah pendidikan non formal bagi masyarakat luas pengkajian sendiri lebih pada mengajak masyarakatnya untuk berbuat kebaikan menjauhi larangan. Kegiatan pengajian Ahad Pagi ini deselenggarakan oleh PCM Polokarto, mahasiswa KKN Reguler P3M UAD kelompok 1.C.1 juga ikut terlibat dalam acara yang sangat luar biasa ini dan menjadikan acara ini sebagai program dan kegiatan bersama dalam bidang keagamaan.

Seperti yang dilakukan di desa Wonorejo, dusun Blimbing, adanya pengajian rutin ahad pagi di Pondok pesantren Imam Syuhodo, tujuannya adalah sebagai sarana pengkajian, silaturahmi, bersosialisasi dan lain sebagainya. pondok pesantren Imam Syuhodo ini cukup terkenal di kabupaten Sukoharjo, kecamatan Polokarto, desa Wonorejo. Pondok pesantren Imam Syuhodo sendiri terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 154, pondok pesantren putra Imam Syuhodo ini banyak di gunakan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti yang paling istimewa adalah pengajian Ahad pagi. Pengajian ini dilaksanakan pada pukul 05.30 WIB, pengajian ini dihadiri begitu banyak masyarakat setiap minggunya, dari segala kalangan mulai warga biasa hingga orang-orang kelas menengah ke atas, mereka semua berbaur di atas tanah bersama tidak melihat si kaya dan si miskin, semua di pandang sama rata di pengajian ahad pagi. Jumlah perkiraan masyarakat yang datang setiap minggunya antara lain kurang lebih seribu orang, terdiri dari jenjang balita, anak-anak, remaja, dewasa, ibu-ibu, bapak-bapak, lansia dan masih banyak lagi begitu pun dengan berbagai latar belakang jabatan yang berpeda-beda dan dengan profesi yang berbeda-beda pula, mereka semua setiap minggunya memenuhi halaman pondok pesantren demi mencari ilmu yang bermanfaat. Seperti yang di lakukan Ust. Sholahuddin Sirizar, Lc, MA. Demi kenyamanan jamaah beliau pun memberikan fasilitas yang memadai untuk jamaahnya seperti speaker aktif yang tersebar di seluruh lapangan di area pondok, demi memudahkan jamaahnya mendengar lebih jelas apa yang di sampaikan penceramah, kemudian ada TV plasma yang tersebar di tikit-titik yang jauh dari penceramah agar jamaah tetap dapat melihat si penceramah menyampaikan kajian, kemudian karpet yang membentang di seluruh area lapangan pondok agar jamaah nyaman saat duduk, kemudian yang terakhir beliau membolehkan para pedagang berjualan di area pondok saat kajian karena jikalau ada yang belum sarapan dapat membeli dengan mudah, hal ini diyakini dapat menguntungkan kedua belah pihak.

 

Seperti yang kami lakukan, kami kkn unit 1.c.1 yang kebetulan di tempatkan di desa wonorejo ini sangat beruntung mendapati momen indah setiap minggunya. Kami sendiri yang mengambil peran sebagi tamu sekaligus membantu merapikan dan membereskan paska selesainya pengajian ahad pagi tersebut. Kami merasa bersyukur dapat menjumpai momen-momen yang sudah jarang di jumpai di era milenium ini. Dan semoga potret indah ini dapat kami abadikan, dan kami bawa ke daerah kita masing-masing nantinnya, supaya semua sudut daerah dapat menikmati momen indah yang sama seperti di desa wonorejo ini.

Seselesainya pengajian pada pukul 07.30 WIB, semua orang berjabat tangan dengan senyum indah di wajahnya, mereka bersuka cita, mereka merasa ilmu mereka bertambah setiap minggunya, dengan senyum yang ikhlas maka pengajian yang sederhana namun bermakna ini menjadi semakin istimewa dikala lukisan senyum tersungging di antara wajah-wajah yang puas mendengarkan kajian pagi tersebut. Pondok pesantren Imam Syuhodo adalah sebagian kecil dari begitu banyak bukti besarnya dan pesatnya peradaban islam di Sukoharjo.

melalui dakwah dua jam yang islami dan penuh makna jika tidak adanya dukungan dan kerjasama warga beserta pengurus pondok pesantren maka acara luar biasa ini tidak akan terselenggarakan dengan baik. Embun beradu dengan angin, embun dan angina beradu dengan pepohonan yang asri kalaitu, silih berganti orang-orang datang dari pintu gerbang depan dan belakang, mengenakan pakaian muslim yang indah, dinginnya embun tidak mengalahkan semangat mereka untuk mencari ilmu akhirat ini, potret ini menjadi saksi betapa pengajian ahad pagi begitu istimewa nan indah untuk di lewatkan.