Sekolah Menengah Akhir (SMA) Muhammadiyah Karawang adalah sekolah yang berlandaskan paham paham ajaran Muhammadiyah dan menjujung tinggi nilai-nilai ajaran agama islam. Dengan berpedoman Muhammadiyah sebagai ideologi, SMA Muhammadiyah Karawang menginkan untuk bisa menciptakan kader sekaligus generasi-generasi pemuda islam yang mengikuti ajaran sekaligus sunah Rassullah SAW. Salah satu upaya yang digunakan SMA Muhammadiyah Karawang adalah dengan membangun kebiasaan siswanya dengan membaca Al-Qur’an dan mendengarkan kultum sebelum memulai pelajaran.

Ketika masuk ke dalam kelas dan bel berbunyi, para siswa diminta untuk berwudu terlebih dahulu kemudian dibiasakan untuk tadarus quran sebelum memulai pelajaran sehari-hari. Waktu yang disediakan pihak sekolah adalah 30 menit, 15 menit awal siswa didampingi guru pengajar membaca Al-Quran bersama-sama. Kemudian di 15 menit akhir siswa duduk tenang sambil mendengrakan ceramah singkat dari guru yang mendampingi siswa membaca Al-Quran. Kebiasaan ini dimulai dari siswa kelas X sampai dengan siswa kelas XII.

Pembiasaan dini baca Al-Quran ini ditanamkan guna meningkatkan kesadaran anak-anak remaja khsusnya siswa SMA Muhammadiyah karawang akan pentingnya mengawali sesuatu dengan ayat-ayat Allah. Selain itu tadarus quran dan kultum di pagi hari adalah media guna meningkatkan keimanan sekaligus kecerdasan emosi spiritual siswa. Dengan cara seperti ini, diharapkan siswa terbiasa dengan ayat Al-Quran dan pandai mengelola kecerdasan emosional.

Atau yang akrab disapa Indra beranggapan bahwasanya dengan pembiasaan tadarus Qur’an dan kultum sebelum dimulainya pelajaran membuatnya semakin semangat belajar dan membuat pikirannya lebih fresh. Tadarus Qur’an menurutnya juga membantu dia secara tidak langsung dalam menghafal ayat-ayat Quran, sedangkan kultum baginya secara tidak langsung menciptakan aura positif dalam berbuat dan bertindak. Kultum ataupun ceramah yang diresapi dan dipahami secara baik dan benar menjadi goresan tersendiri untuk siswa dalam menghadapi masalah kehidupan sehari-hari.

Selaku Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Karawang beranggapan program yang dirancang untuk siswa ini bisa menjadi ajang beramal kebaikan serta mensyiarkan amal makruh nahi munkar. Beliau juga berpendapat bahwasanya dengan tadarus Qur’an ini sebagai cara menciptakan minat dan menumbuhkan pembiasaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Dalam percakapan singkat antara kami selaku mahasiswa KKN beliau mengharapkan dengan cara ini mahasiswa KKN UAD juga bisa mengambil pelajaran berharga sekaligus menularkan metode ini baik ke keluarga, lingkungan sekitar hingga masyarakat luas pada umumnya.

Tadarus Qur’an yang dilakukan SMA Muhammadiyah Karawang ini adalah awalan sekaligus batu loncatan untuk seluruh lapisan masyarakat khususnya untuk masyarakat Karawang. Dengan memulai dari lingkungan kecil sederhana seperti sekolah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran umat muslim akan pentingnya membaca Al-Quran. SMA Muhammadiyah mengharapkan seluruh elemen masyarakat khususnya anak-anak muda mampu meningkatkan keimanan dan kebaikan dengan membaca Al-Quran.

Dengan pesan sederhana yang termuat dalam tulisan diatas, kami selaku mahasiswa merasakan dan kembali mengintropeksi diri kita sejauh mana kesadaran kami terhadap Al-Quran. Didalam Hadist juga terdapat hadist yang berbunyi “sampaikanlah ayat walaupun hanya satu ayat saja” agaknya hadist ini bisa menjadi acuan bagi kita selaku umat muslim untuk selalu berbuat kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan ini bisa dimulai dari hal kecil. Sebagai contoh ialah dengan tadarus Al-Quran. Dengan memahami ayat-ayat Allah lewat Al-Quran berati kita telah berusaha mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT sekaligus menghindari dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT.