Wedang uwuh selama ini selalu diidentikkan dengan minuman tradisional dengan tampilan yang kurang menarik dan terbuat dari bahan yang kurang terjamin kebersihannya. Benarkah demikian? Jika dilihat dari namanya, wedang uwuh terdiri dari kata wedang yang artinya minuman dan uwuh yang artinya sampah. Jadi wedang uwuh dapat dikataan merupakan minuman sampah karena terdiri dari berbagai rempah-rempah yang dipakai sinhingga setelah dibuat dengan air panas, akan terlihat seperti tumpukan sampah dipermukaan minumannya. Padahal tidak selamanya wedang uwuh itu minuman yang tampilannya seperti sampah. Di Kelurahan Wukirsari (Dusun Kedung Buweng) Team KKN PPM UAD membantu mewujudkan inovasi yang digagas oleh tim pengusung yang diketuai oleh Septian Emma Dwi Djatmika yaitu dengan mengemas wedang uwuh dalam bentuk teh celup.

Inovasi teh celup wedang uwuh ini sangat direspon baik oleh masyarakat disini (Dusun Kedung Buweng). Kebanyakan masyarakat Kedung Buweng masih memproduksi wedang uwuh dimana pengemasannya pun juga masih kurang menarik sehingga harga jualnya pun masih rendah yaitu rata-rata hanya Rp 2.000,00/bungkus. Dengan adanya inovasi ini, para pengrajin wedang uwuh tertarik untuk meningkatkan kualitas dan penghasilan mereka untuk memproduksi wedang uwuh yang biasa menjadi wedang uwuh dalam bentuk teh celup dimana harga jualnya bisa mencapai Rp20.000,00/kotak. Hal ini dapat meningkatkan harga jual wedang uwuh menjadi 10 kali lipat lebih besar daripada wedang uwuh yang dikemas dalam kemasan biasa. Inovasi teh celup wedang uwuh ini dibuat dalam 3 varian yaitu teh celup wedang uwuh original, teh celup wedang uwuh dengan tambahan seledri dan teh celup wedang uwuh dengan tambahan daun sirsak.

Masing masing dari inovasi ini memiliki manfaat yang berbeda-beda terutama teh celup wedang uwuh dengan tambahan seledri dan tambahan daun sirsak. Tambahan dau seledri pada teh celup wedang uwuh ini memiliki khasiat yaitu dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan untuk yang diberi tambahan daun sirsak memiliki kegunaan yaitu dapat membantu menurunkan gula darah.

Teh celup wedang uwuh ini diberi nama yaitu WEDURI (Wedang Uwuh Wukirsari) dimana merek ini diberikan untuk 3 dusun yaitu dusun Kedung Buweng, Karang Kulon dan Pundung. Dari hal tersebut kemudian kami membentukkan kelompok ibu-ibu pengrajin wedang uwuh di dusun Kedung Buweng yang diberi nama KIKIMARA (Kelompok Ibu-ibu Kidul Makam Raja). Diberi nama Kidul makam Raja karena lokasi Dusun Kedung buweng yang berada di Selatan makam Raja-Raja. Sehingga hal ini dapat dijadikan ciri khas dari brand teh celup ini.

Selama kira-kira satu bulan lamanya tim KKN PPM 63 UAD divisi 2.A.1 di Dusun Kedung Buweng membimbing ibu-ibu dan karang taruna kelompok pengrajin wedan uwuh ini untuk kemudian diajarkan bagaimana membentuk teh celup wedang uwuh 3 varian tersebut. Respon ibu-ibu yang sangat antusias ini membuat kami juga semangat untuk mengajarkan ilmu mengenai teh celup wedang uwuh ini kepada ibu-ibu.

Selain itu, kami juga mengembangkan teknik hidroponik dalam menanam seledrinya. Hal ini supaya bahan-bahan yang dibutuhknan untuk produksi dapat didapatkan sendiri tanpa membeli dari orang lain sehingga meminimalisir ongkos produksi.

Dalam acara galeri produk tersebut kami juga mengadakan cek kesehatan gratis yang membuat warga yang diundang semakin antusias untuk datang. Keberhasilan ini tentunya tidak luput dari kerja keras team KKN PPM 63 UAD unit 2.A dalam memberdayakan warga/ masyarakat sekitar untuk mengangkat potensi dusun sehingga dapat meningkatkan kondisi keuangan warga masyarakat sekitar.

Dalam acara galeri produk ini turut dimeriahkan oleh pihak Kantor Kelurahan Wukirsari yang turut datang untuk mencicipi produk teh celup waedang uwuh dan juga turut ikut dalam cek kesehatan yang disediakan. Semua warga yang datang antusias dalam memeriahkan cara ini. Sehingga acara ini berlangsung dengan meriah dan menyenangkan.