Desa Gesikan adalah salah satu Desa yang termasuk dalam ruang lingkup wilayah kota Kebumen. Jika dilihat dari segi geografis desa ini merupakan transisi dari wilayah pinggiran menuju kota. Menurut data yang dikemukakan oleh kepala Desa Gesikan Bapak Yudoyono secara struktural memiliki 5 RW dan 15 RT. Sebagian besar masyarakat di Desa Gesikan bermata pencaharian sebagai petani dan ada beberapa pekerjaan seperti bengkel, berdagang, jasa, guru, dan sebagainya. Desa Gesikan juga merupakan Desa yang sangat menarik bagi kami, karena di sini masih terdapat sawah yang terhempas luas dan udaranya sangat sejuk.

Ada beberapa hal yang menarik dari Desa Gesikan. Yang sangat terlihat adalah masyarakatnya khususnya anak-anak. Anak-anak di Desa Gesikan memiliki perbedaan dari anak-anak yang ada di daerah tempat kami beraktivitas setiap harinya sebelum diterjunkan di Desa Gesikan dalam rangka KKN PPuN, perbedaan tersebut menurut kami adalah perbedaan yang unik dan langka.. Di Desa Gesikan ini anak-anak seusia SD dan SMP telihat masih bersepeda dan bahkan berjalan kaki. Berbeda dengan di tempat kami, anak-anak usia tersebut sudah memakai sepeda motor untuk pergi bermain bahkan berangkat sekolah. Kami sering menemui mereka saat mereka melewati posko kami yang berada di dekat gapura masuk Desa Gesikan tersebut. Mereka menyapa kami dengan senyum dan tawa dan menunggangi sepeda mereka masing-masing.

Salah satu dari kami bertanya kepada salah satu anak yang kebetulan mampir di posko kami. “Kenapa kamu suka naik sepeda? Apa kamu tidak ingin naik motor saja? Kan kalo naik motor nggak capek?!” tanya salah satu teman kami. “Aku lebih suka naik sepeda mas, soalnya kalo naik sepeda bikin sehat, walaupun sedikit capek tapi aku suka banget. Aku belum bisa naik motor juga sih mas, sama orang tuaku belum boleh naik motor, teman-temanku juga belum ada yang bisa naik motor mas, jadi lebih baik saya juga naik sepeda biar sama kaya teman-teman lain.” Jawab anak tersebut.

Ada satu hal lagi yang menarik dari Desa Gesikan yaitu masalah teknologi dan informasi. Walaupun di Desa ini teknologi dan informasi bisa dibilang tak seunggul di daerah kami, tetapi masyarakat di sini tidak begitu menggubrisnya. Menurut mereka yang penting adalah kebersamaan dalam bermasyarakat. Yang terlihat pada masalah ini yaitu terlihat pada anak-anak juga. Di Desa Gesikan, anak-anak seusia SD belum terjejali dengan gadget-gadget yang segala informasi dan berita sangat mudah untuk didapatkan. Bertolak belakang dengan hal tersebut, di daerah kami anak-anak seusia tersebut sudah banyak yang menggunakan gadget untuk sarana telekomunikasi dan informasi. Namun, ada dampak positif dari hal tersebut jika anak-anak Desa Gesikan belum terjejali oleh gadget yaitu dunia mereka lebih terjaga layaknya anak-anak pada umumnya karena mereka secara tidak langsung tidak terlalu penasaran terhadap konten-konten yang negatif. Setiap hari mereka bermain dengan teman-teman sebayanya dan sangat terlihat pertemanan mereka sangat dekat karena tidak ada gadget diantara mereka.

Menurut informasi yang kami dapatkan, terhindarnya pengaruh gadget terhadap perkembangan anak di Desa ini bukan disebabkan oleh faktor ekonomi dan letak Geografis yang berada di pinggiran kota. Namun, menurut salah seorang ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an di Desa Gesikan hal itu disebabkan faktor pendidikan yang dilakukan oleh orang tua anak secara langsung dan di bantu oleh seluruh guru di semua jenjang pendidikan baik formal maupun nonformal, hal ini dibuktikan juga dengan adanya larangan dari pihak guru untuk menggunakan gadget di ruang lingkup sekolah dan masjid.